Mahluk Hidup dan Lingkungan

0
57
  1. PENGERTIAN MAHLUK HIDUP

Makhluk hidup merupakan suatu organisme yang memiliki kemampuan untuk bernapas, berpindah tempat, merespon perubahan diri dan lingkungannya. Makhluk hidup terbagi menjadi tiga kelompok yang berbeda, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.

CIRI-CIRI MAHLUK HIDUP

o Makhluk Hidup Mampu Bernapas

Pernapasan yang juga dikenal sebagai respirasi adalah suatu sistem biologis yang terdiri dari organ dan struktur lain yang digunakan dalam proses pertukaran gas pada hewan dan tumbuhan. Pertukaran gas ini berupa penarikan O2 atau oksigen dan pembuangan CO2 atau karbon dioksida dalam tubuh suatu makhluk hidup.

Tiap-tiap makhluk hidup diketahui memiliki berbagai jenis organ untuk bernapas. Organ-organ ini tergantung pada ukuran tubuh, habitat, dan riwayat evolusi makhluk hidup masing-masing. Misalnya di daerah perairan, organisme ikan bernapas menggunakan insang. Namun di daerah daratan sebagian besar makhluk hidup bernapas menggunakan paru-paru, seperti halnya manusia, mamalia, dan burung. Sementara tumbuhan bernapas menggunakan stomata dan lentisel.

  • Makhluk Hidup Mampu Bergerak

Makhluk hidup dipastikan selalu memiliki kemampuan untuk bergerak. Berdasarkan posisinya, pergerakan makhluk hidup ini terbagi menjadi dua, yaitu aktif dan pasif. Sistem geraknya pun dilakukan dengan alat yang berbeda-beda pula tergantung habitat dan evolusinya.

Seperti pada burung yang bergerak di udara menggunakan kedua sayapnya. Sementara itu, tumbuhan melakukan gerakan pasif di tempatnya, tapi secara spesifik tetap ada pergerakan naiknya zat-zat tanah menuju daun yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Begitu juga dengan hewan seperti gurita yang bergerak menggunakan tentakel atau lintah yang bergerak menggunakan otot perut.  

  • Makhluk Hidup Peka Terhadap Rangsangan

Karakteristik lain dari makhluk hidup adalah kemampuan dalam merasakan berbagai rangsangan atau iritabilitas. Rangsangan ini dapat diperoleh dari bentuk beragam, seperti suara, gelombang cahaya, aroma, suhu, hingga sentuhan fisik.

Misalnya pada hewan, ayam jantan yang selalu berkokok di pagi hari, putri malu yang menurunkan daunnya saat disentuh, atau tikus yang hidungnya sangat peka dalam mencium aroma makanan.

  • Makhluk Hidup Membutuhkan Makanan

Untuk mempertahankan hidupnya, hampir semua makhluk hidup selalu memerlukan asupan energi dan juga nutrisi dalam tubuhnya. Asupan energi dan nutrisi ini biasanya diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Misalnya pada tumbuhan yang memerlukan air dan juga unsur hara untuk dijadikan bahan proses fotosintesis.

Sementara pada hewan, berdasarkan jenis makanannya dibagi menjadi karnivora, herbivor, dan omnivora. Karnivora adalah istilah bagi hewan pemakan daging, herbivora untuk pemakan tumbuhan dan omnivora pemakan segala.

  • Makhluk Hidup Tumbuh dan Berkembang

Jika dilihat secara fisik, makhluk hidup akan terus tumbuh besar seiring berjalannya waktu. Perubahan ukuran ini terjadi karena bertambahnya volume jaringan dan sel tubuh.

Manusia dan hewan diketahui memiliki kerangka tulang yang terus mengalami pertumbuhan. Proses pertumbuhan tulang di masa awal adalah proses penulangan primer di mana tulang yang terbentuk adalah tulang rawan atau kartilago. Inilah yang menyebabkan tulang tersebut terasa lunak. Di bagian tengah tulang ada banyak sekali osteosit atau sel tulang yang bakal tumbuh menjadi tulang sejati. Melalui proses inilah, makhluk hidup disebut melakukan pertumbuhannya.

Namun, definisi perkembangan pada tumbuhan cukup berbeda. Berkembang dalam hal ini merupakan bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi alat-alat tubuh. Misalnya kecambah akan berkembang menjadi daun, buah, dan juga akar sejati seiring berjalannya waktu.

  • Makhluk Hidup Bereproduksi

Makhluk hidup melakukan proses reproduksi untuk meneruskan generasinya. Proses reproduksi ini dilakukan dengan berbagai cara, meliputi seksual ataupun aseksual.

Proses reproduksi seksual biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Sebab proses ini memerlukan perkembangan alat reproduksi dan proses pencarian pasangan yang tepat. Berbeda halnya dengan proses reproduksi aseksual yang hanya membutuhkan satu individu, namun minim membawa variasi genetika.

Contoh proses aseksual pada hewan terjadi pada protozoa yang bereproduksi dengan cara membelah diri atau bertunas seperti hydra. Sementara proses seksual terjadi pada monyet yang melahirkan ataupun ikan yang bertelur meski hidup di dalam air.

Berbeda dengan tumbuhan yang melakukan proses reproduksi secara vegetatif dan generatif. Untuk reproduksi vegetatif biasanya terjadi pada umbi-umbian. Sementara reproduksi generatif adalah proses penyerbukan oleh alat kelamin jantan yang berupa benang sari pada alat kelamin betina berupa putik. Sehingga proses reproduksi generatif lebih sering terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dan buah.

  • Makhluk Hidup Mampu Beradaptasi

Adaptasi adalah suatu kemampuan makhluk untuk bertahan hidup dengan cara menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Setiap makhluk hidup diketahui memiliki proses adaptasi yang berbeda sesuai kemampuannya dalam menghadapi situasi dan kondisi lingkungan tersebut.

Pada dasarnya, adaptasi yang dilakukan oleh sebagian besar makhluk hidup ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu bentuk tubuh atau morfologi, adaptasi proses metabolisme tubuh atau fisiologi, dan yang terakhir adaptasi perilaku.

Contoh adaptasi morfologi bisa kita lihat pada bentuk paruh setiap burung. Begitu juga dengan aneka bentuk gigi hewan yang berbeda-beda tergantung jenis makanan yang dikonsumsinya.

Sementara contoh adaptasi fisiologi bisa ditemukan pada hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, dan lembu yang memiliki enzim selulase untuk mencerna makanan di dalam tubuh. Tak ketinggalan contoh adaptasi perilaku dari ikan paus yang bergerak menuju permukaan laut untuk sekadar mengambil udara sebagai proses bernapas. 

  • Makhluk Hidup Mengalami Ekskresi

Makhluk hidup yang selalu memerlukan makanan untuk bertahan hidup sehingga selalu mengeluarkan sisa-sisa makanan melalui sistem ekskresi. Contohnya adalah tumbuhan yang pasti melepas oksigen. Kemudian pada hewan singa yang akan mengeluarkan air seni dan feses dari tubuhnya sebagai bahan buangan yang tidak diperlukan oleh tubuh.

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here